Friday, October 20, 2017

Ancaman Transportasi berbasis Online?



Jakarta, BIZ -- Dengan munculnya berbagai macam jenis transportasi online di Indonesia tidak hanya membantu manyarakat dalam beraktifitas, namun hal ini juga memiliki sisi negative didalam masyarakat yang berprofesi sebagai penyedia jasa konvensional. 


Dengan adanya jasa transportasi online, banyak penyedia jasa konvensional yang merasa dirugikan dengan menurunnya pendapatan mereka perharinya. 

Namun ini tidak semata-mata kesalahan penyedia jasa transportasi online, hal ini dikarenakan mereka hanyalah pelaku bisnis. Seperti halnya penyedia jasa transportasi konvensional di awal perkembangannya yang menggantikan transportasi tradisional. Walau bagaimanapun, sebagai manusia yang merasa dirinya tulang punggung keluarga, para penyedia jasa konvensional tetap tidak mau tau. Mereka tetap menyalahkan jasa transportasi online sebagai sumber menurunnya pendapatan mereka. Disini peranan pemerintah pusat maupun daerah sangatlah dibutuhkan. Pemerintah harus mengkaji dan memikirkan regulasi mengenai transportasi online. 

Sebenarnya sebagai konsumen transportasi online, penulis sendiri juga merasa keberatan apabila ada salah satu pihak yang dirugikan. Keberadaan jasa transportasi online memang sangat membatu, namun apabila hal ini merugikan transportasi konvensional, pemerintah harus mengambil langkah tegas. 

Walaupun sudah ada peraturan daerah yang menentukan area transportasi online, namun sering kali hal ini diabaikan oleh driver transportasi online. Inilah sering kali mengundang cek-cok perebutan wilayah, dan akhirnya tersorot media dan menyebutkan transportasi konvensionallah yang menyababkan kerusuhan tersebut. Semoga masalah-masalah seperti ini dapat segera diselesaikan, dan semoga pemerintah dapat menemukan solusi yang memberikan win-win solution untuk kedua penyedia jasa transportasi ini.


EmoticonEmoticon